Senin, 29 Februari 2016

Pintu Syurga Kita..



Hanya Nabi Adam alaihissalam yang lahir tanpa Orang Tua, Karena Allah yang menciptakannya langsung tanpa perantara, adapula Nabi Isa alaihissalam
Dan kita saat ini diciptakan Allah langsung dan dilahirkan lewat perantara orangtua, masalah kita lahir lahir ada orang tua atau tidak itu lain soal..
Yang jelas kita hadir didunia karena ada orangtua kita..
Sering sekali mendengar,membaca berita orang tua menyiksa anak, menganiya atau tidak mengasuh anak, sentral sekali..
Tapi jarang sekali diexpose walaupun ada yang diexpose hanya sedikit yaitu, ketika anak yang menelantarkan orangtua.. dan itu tingkatannya yang sudah sampai diexpose sudah sangat keterlaluan mungkin ya..

Sekarang ilmu parenting sudah semarak dimana-mana,pasangan muda mudi yang akan menikah dan sudah menikah begitu semangat menggemborkan ilmu parenting, luarbiasa zaman berubah.. manusia begitu cepat belajar…
Lantas ketika kita sudah menerima ilmu parenting, tak sedikit yang akhirnya becermin, bagaimana saya dididik orangtua dahulu.. lalu kita dapat sebuah kesimpulan sederhana “saya sepertinya dulu salah dididik orang tua ”, “saya anak sapi dulu”, “saya anak pembantu”.. dan statement lain yang menunjukkan dulu kita tidak dapat kondisi ideal dalam asuhan orangtua,
Apakah itu salah?mungkin tidak..
Dan apakah orangtua kita juga salah, mungkin sebagian jawab ya.. tapi menurutku tidak..
Saat ini pula, beredar edukasi mendidik anak dari Ibu Elly Risman seorang Psikolog, bahwa perilaku anak yang menyimpang itu bisa terjadi dari salahnya pola asuh anak,
Itu bagus, mendidik!

Disatu sisi saya pernah mengikuti pelatihan AI bersama Kang Idzma Mahayattika founder KIDZmile Foundation, ada fakta baru yang baru saya sadari dari hasil pelatihan itu..
Bahwa “dibalik keburukan selalu ada maksud baik disana” contohnya orang yang mencuri dalihnya adalah untuk makan sehari-hari atau untuk memberi makan keluarganya, jangan dulu menyoroti apa yang dilakukannya, tapi lihat kedalam ada maksud baik disana meskipun caranya pun tak bisa kita benarkan.
Lantas apa hubungannya dengan bahasan orangtua?
Orangtua umumnya ketika anaknya lahir kedunia, ia menginginkan sekali anaknya menjadi anak yang membanggakan dan anak yang sukses, betul?
Urusan cara mendidiknya seperti apa, itu bukan fokus utama saya menulis ini.. yang digaris bawahi adalah orangtua selalu memiliki harapan baik pada anaknya dan ia akan melakukan segala cara agar anaknya menjumpai kebahagiaan. Mereka tak ingin anaknya menemui kesulitan seperti yang mereka alami.. kurang cukupkah itu sebagai dasar bahwa mereka mengingankan yang terbaik untuk anaknya?
Oke, kita balik lagi ke bahasan saat ini, ketika kita belajar ilmu parenting dari seorang pakar yang luar biasa, dan kita merasa mendapatkan ilmu yang sangat banyak dan terkadang terselip merasa paling tau #naudzubillah hingga akhirnya kita bisa menjudge orangtua kita begini begitu,
Hey maksud ilmu parenting itu untuk menjadikan pelajaran kelak kita akan menjadi orang tua yang seperti apa, bukan untuk menjudge orang tua kita bagaimana,
Kemudian dilematis dihadapi seorang perempuan bekerja atau tidak?
Masalah itu rame sekali diperbincangkan..
Pernah suatu ketika Jaulah (Kunjungan) ke Teh Yuria Cleopatra praktisi ilmu parenting dan seputar kemuslimahan juga..
Bahwa Tugas Perempuan yang utama setelah menikah adalah
1.      Taat Pada Suami,
Karena setelah menikah Suami adalah jalan syurga Kita, Ya Taat kuncinya.
2.      Mengurusi Keluarga
Mulai dari rumah tangga, pola asuh anak, keuangan dsb
3.      Mengeksplore Keahlian
Maksudnya diri mengeksplore kebermanfaatan kita seperti apa yang bisa kita lakukan buat sekitar..
(Banyak sih poinnya tapi segitu aja dulu yah)
Nomor itu menunjukkan prioritas, jadi yang utama yaitu taat pada suami.. jika kita sedikit ulas sebuah kasus misalnya “bolehkah perempuan/haruskah istri bekerja?” (nah itu silakan ditanyakan pada suami yang sudah punya suami :D yang belum nanti kalau udah punya tanyain ke suaminya #selftalk)
Jadi intinya mengkomunikasikan semuanya pada suami boleh tidak bekerja,
Ya jika diizinkan bekerja silakan dengan melihat poin yang kedua yang harus dipertimbangkan, atau misal ada kondisi dimana istri memang harus bekerja untuk membantu suami, dan ternyata suami juga tak melarang, ya silakan dilakukan karena kuncinya taat pada suami. Clear?
Poin ke 2 mengurusi keluarga.. itu prioritas kedua setelah taat pada suami ya kita mengurusi keluarga, sudah menjadi konsekuensi seorang perempuan ketika memutuskan menjadi seorang istri, ya mau tidak mau, suka tidak suka harus mengurusi keluarga dari segala aspek.
Poin ketiga itu optional, maksudnya adalah sesuai kapasitasnya masing-masing masih memungkinkan atau tidak melakukan poin ketiga, tapi sebaiknya dilakukan karena untuk mengedukasi perempuan lain juga, yang tak bisa kita alih tugaskan pada laki-laki (ini contohnya ya)

Kemudian setelah ini kita berkaca lagi, ibu kita kerja gak yah? Apa efek yang terjadi pada anaknya ketika ibu bekerja, (akhirnya kita berkaca sendiri)
Tapi hey dibalik semua yang dilakukan ibu, yang sedang bekerja tetap ada maksud baik,. Meskipun ia harus mengorbankan kebersamaan dengan anaknya sendiri.
Lalu bagaimana seharusnya kita memandang orangtua kita, dan memandang orangtua seperti apa nantinya..
Ketika memandang orangtua, sudah cukuplah untuk kita berbakti semaksimal mungkin terlepas bagaimana perlakuan orang tua pada kita, bagi kita yang menemukan Iman diluar rumah menemukan cahaya terang diluar rumah, pendidikan agama dan moral diluar rumah bukan berarti dengan mudahnya kita menjudge yang ada didalam rumah yang tak memberi pengaruh yang baik pada kita, dan bukan berarti kita merasa paling tau tentang bagaimana caranya mendidik anak dsb.
Karena berbakti pada orangtua bukan keinginan orang tua atau keharusan seorang anak, melainkan perintah , Ya Perintah Allah..
Ada hampir 13 kali diulang untuk urusan berbakti pada orangtua saja
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada kedua orang tua dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (Qs. Al-Israa: 23)

“Dan Kami berwasiat kepada manusia untuk (berbuat) kebaikan kepada dua orang tuanya.” (Qs. Al-Ankabut: 8)

Begitupun pada surah Al-Ahqaf ayat 15, Allah SWT berfirman, “Kami wasiatkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah (pula).”

Ketiga, dalam bentuk perintah untuk bersyukur. Allah SWT berfirman, “Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu, karena hanya kepada-Ku-lah kembalimu.” (Qs. Luqman: 14).

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah, “Wahai Tuhan-ku, kasihilah mereka berdua, sebagaimana mereka berdua telah mendidikku pada waktu kecil.” (Qs. Al-Israa: 24).
Mendo’akan kedua orangtua adalah tradisi para Anbiyah as. Nabi Ibrahim as dalam do’anya mengucapkan, “Ya Tuhan kami, ampunilah aku, kedua orang tuaku, dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat ).” (Qs. Ibrahim: 41). Begitu juga Nabi Nuh as, dalam lantunan do’anya, beliau berujar, “. Ya Tuhan-ku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku..” (Qs. Nuh: 28).
perintah untuk berwasiat kepada kedua orangtua. Allah SWT berfirman, “Diwajibkan atas kamu, apabila (tanda-tanda) kematian telah menghampiri salah seorang di antara kamu dan ia meninggalkan harta, berwasiat untuk ibu bapak dan karib kerabatnya secara makruf, (ini adalah) kewajiban atas orang-orang yang bertakwa.” (Qs. Al-Baqarah: 180).
perintah untuk berinfaq kepada keduanya. Allah SWT berfirman, “… Setiap harta yang kamu infakkan hendaklah diberikan kepada kedua orang tua, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan. Dan setiap kebajikan yang kamu lakukan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.” (Qs. Al-Baqarah: 215).
Dan ayat-ayat yang lain,
Cukuplah kita jalankan perintah Allah, perintah yang menciptakan kita..
Karena Allah lah kita ada didunia ini dan pada Allah kita kembali,
Tak usah terlalu dijelaskan ya mengapa kita harus berbuat baik pada orang tua, jelas ayat-ayat diatas sudah sangat cukup menjabarkan, apapun perlakuan orang tua tak lantas kita membalas dengan hal yang sama,
Rasulullah shalallahu’alaihiwassalam pun mengajarkan dan meneladani kita bahwa perlakuan buruk sekalipun alangkah mulianya jika kita balas dengan perlakuan baik.
Dan tak dibenarkan pula kita menceritakan keburukannya dihadapan orang lain..
Berdoalah sebanyak-banyaknya pada Allah agar terus diberi kekuatan agar menutupi semua kekurangan orangtua.. dan terus mengenang perbuatan baiknya.

Saat ini kita memandang bakal menjadi orangtua seperti apa kelak?
Jadilah sebaik-baik orangtua dengan sesuai 3 prioritas tadi ya..
Ilmu parenting banyak, itu untuk kita terapkan kelak atau saat ini bagi yang sudah jadi orangtua.
Saya tak bisa jelaskan tentang ini karena (belum punya pengalaman)

So, bagi kalian yang belum menjadi istri seperti saya, pintu syurga kita masih ada di orangtua, yang masih ada lengkap orangtuanya,teruslah perbaiki hubungan dengan mereka. Jika yang sudah ditinggal seperti saya, misal masih ada salah satu.. maksimalkanlah berbaktinya dan jangan terputus mendoakan orangtua kita yang telah berpulang kembali pada Allah..
Karena jika kelak kita sudah menjadi istri pintu syurga kita adalah suami. Tapi bukan berarti kita akhirnya selesai berbakti pada orang tua.
Tolonglah kesalahan/Kekhilafan orangtua dengan menjadi pribadi yang baik, sholeh/sholehah agar jadi jariyahuntuk mereka, jika tak sempat membahagiakannya didunia, bahagiakanlah ia dengan keshalihahmu

‘Allahu’lam bishawab
Saya menulis ini untuk menhujani banyak peringatan bagi diri saya sendiri, bukan untuk sok tahu karena saya pun masih sangat jauuuuh dari kata mengaplikasikan yang saya ungkapkan diatas, tapi hanya saling berbagi apa yang menjadi saat ini hangat dibicarakan.
Semoga ada manfaatnya, maaf jika menclok-menclok ya ceritanya maklum amatiran J




Jumat, 26 Februari 2016

Lingkaran Kecilku

Entah harus memulai dari mana, bahwa nyatanya aku lebih menyukai berbagi cerita.. dan melihat orang berubah adalah suatu kebahagiaan..
Sudah lama ku harapkan balik lagi mengurusi dakwah sekolah..
Akhirnya terkabul dipenghujung 2012 dan diawal 2013 binaan yang dulu pernah dipegang ku pegang lagi, ada perasaan takut dengan sifatku yang terkenal “galak” ketika dikampus terbawa saat membina, dan membuat mereka kabur.. 
tapi tak akan ada yang tau bila kita tak mencoba..
Akhirnya ku coba membina mereka ditengah Tugas Akhir dan menjelang akhir study ku..

Semua mengalir tanpa sadar aku menyayangi mereka..
Bermula hanya 4 orang lalu bertambah dan bertambah lagi yang datang, semakin aku bahagia.. bahwa aku punya adik-adik yang ingin aku ajak berbagi tentang kehidupan tarbiyah dll..

Hingga akhirnya menjadi 8 orang 
(Asterina, Akhsani, Azifa, Amyra, Dara, Mina, Salma, Zahra)..
Melihat mereka awal dengan sekarang sangat takjub, tak pernah aku ingin memaksakan mereka berubah dratis atau memaksakan mereka menjadi sesuatu yang tak mereka sukai..
Hanya ingin mengarahkan mereka menjadi lebih baik dari hari ke hari menemukan Iman yang sesungguhnya.. menemukan indahnya Islam sebenarnya..

Dalam tiap pertemuan kuusahakan yang terbaik mulai dari waktu, materi dan performa.. tapi ternyata aku menyadari aku hanya seorang manusia dhoif yang penuh dengan segala khilaf dan kekurangan..
Tak jarang aku dzalim pada mereka tentang waktu, dimana banyak sekali yang tak bisa hadir karena waktu yang ku miliki sangat sempit atau hanya alasan ku saja mungkin ya, yang tidak bisa mengatur waktu dengan baik..

Tak jarang akupun dzalim tentang materi.. yang akupun belum expert, yang mencoba memahami dari yang aku baca saja, tanpa aku asah lebih.. sehingga tak jarang aku lebih banyak bercerita, yah bercerita hikmah yang pernah aku dapatan.. dzalim sekali.. ampuni hamba Yaa Rabb..
Tapi dengan dzalimnya aku, Allah tetap beri aku nikmat..
Bahagia dengan adanya mereka,
mereka begitu sangat mengingatkan ku.. 
ketika aku memberikan materi pada mereka pada dasarnya aku sedang menghujani nasihat dan peringatan untuk diriku sendiri,

Mereka pelipur lara,
Tak sangka mereka mengobati hati ketika ibuku berpulang, setiap candaan mereka ditengah lingkaran menyegarkan lelahku ditengah semua aktivitas dan amanahku,
Rabbana, aku hanya meminta yang terbaik untuk mereka yaitu masa depan yang baik, dekap mereka karena Engkaulah yang Maha Teliti dan sebaik-baiknya penjaga..

Dekaplah mereka dalam barisan orang-orang yang membela agamaMu..
Karena aku sadar betul, tak selamanya mereka bersamaku, mereka wajib dan harus berkembang..
 dan mereka mesti belajar banyak dari yang lebih kompeten, 
akan sangat dzalim jika aku menahan mereka bersamaku..

Hingga akhirnya tiba saat dimana aku harus mengalihkan mereka pada yang lebih expert, 
dan lebih kompeten untuk mendampingi mereka..
Terhenyak diam, sesaat menitikkan airmata..mereka sebagai tempat ku mencurahkan apa yang aku dapatkan di majelis ilmu, akan beralih…
belum sempet foto, ini gambaran kecerian mereka..

Semoga apa yang aku bagikan sebelumnya bisa jadi jariyahku dan sebagai saksi bahwa kami saling mengingatkan dalam kebaikan dan mengingatkan tentang Allah dan hari akhirNya..
Ku titipkan mereka padamu Yaa Allah..
Aku mencintai mereka karena mu Yaa Allah..

                                                                                                                                         

Minggu, 28 Juni 2015

kepergian malaikatku

semuanya kini berubah..
sosok yang selalu menemaniku, sosok yang selalu ada dikala orang lain meragukanku, sudah selesai dan kembali pada Rabbnya..

dia yang tak pernah lelah berdoa, berjuang untukku dan adikku sudah tak bisa ku temui lagi raganya, tak bisa kurasakan lagi hangat tubuhnya..

belum sempat kuhantarkan dia untuk kebahagiaan yg kujanjikan..
Allah memberikan kebahagiaan lain untuknya..

dia memang tak berpendidikan tinggi, tapi dia mengajarkan hal mendasar yang akan menjadi bekal dihari akhir nanti..
dia memang tak berlimpah harta, tapi perjuangannya tak pernah bisa diremehkan..
dialah sosok yang paling berperan mengantarkanku menjadi sarjana..
sampai kapanpun tak bisa kupungkiri itu..

jabatannya ibu,tapi perannya selalu bisa merangkap seperti ayah..
entah dengan bahasa apalagi aku menggambarkannya..
sempurna menurutku..

kini sudah tak ada lagi doa-doa mustajab untukku darinya..
tak ada lagi yg mengusap air mataku dikala diri merasa sedih..
tak ada lagi tangan yg selalu kucium ketika ku akan pergi..
tak ada lagi sosok yg selalu menasihati, teman bercerita, bercanda, dan berbagi segala hal lagi..

rinduu teramat sangat.. ntah dengan bahasa apalagi aku harus bagikan tentang kerinduan ini...

tak sampai sembuh ku rawat ia, ternyata Engkau jauh lebih menyayanginya daripada aku..
semoga seluruh dosanya telah gugur teriring sakit yg selama ini ia rasakan..

perasaan ini masih campur aduk..

aku tak percaya kau telah tiada..

aku baru memahami mengapa pak habibie nyaris gila ketika ditinggal ibu ainun..
ternyata terkoyak sekali ketika belahan jiwa kita pergi meninggalkan kita..
sekarang aku merasakan itu..
terkoyak tak percaya secepat ini kau pergi..

Rabb aku yakin Engkaulah yg mengatur semua ini..
lapangkan jalannya menuju tempat terbaikMu sampai ia bisa bertemu denganMu
ingin sekali aku bertemu dengannya berkumpul kembali dengannya dalam kondisi yang lebih baik..

sulit aku gambarkan perasaanku saat ini..
bayangan, nasihatnya, candanya, bahkan tegurannya masih sangat lekat dalam pikiranku.. ingin menepis, namun ingatan itu justru semakin kuat..

banyak sekali janjiku padanya yangbelum kutunaikan..
makan diluar, foto keluarga lengkap, haji dan umroh, menikah dll..
belum aku penuhi termasuk keyakinanku padanya bahwa ia akan sembuh pun sampai akhir tak bisa kutunaikan..

ahh Allah Engkau sebaik-baiknya penolong..
kupasrahkan padaMu semua kegelisahanku ini..

Senin, 09 Maret 2015

Metamorfosis

Sudah lama.. aku tak mengunjungi tempat dimana aku bisa meluapkan semua yang aku rasakan dan aku pikirkan..

sudah banyak sekali perubahan signifikan yang terjadi.. ntah dalam rasa, pikiran.. bahakan kehidupanku sesungguhnya..
yang paling mendasar adalah aku harus mengubah semua mimpiku.. yah mimpiku,
aku rubah semuanya..
kini aku hanya bermimpi ingin berjumpa dengan Rabb ku bagaimana pun caranya aku akan terus berusaha, meskipun itu tertatih-tatih atau bahkan merangkak.. aku ingin bertemu Rabb ku dan Rasul Allah

aku tak bisa mengurai satu-satu apa yang terjadi dalam hidupku dan perasaanku khususnya..
yang akan sedikit aku ulas adalah..
perasaan.. perasaan ku sebagai teman,sahabat, kakak. anak, dan wanita..
campur aduk rasanya mengingat semuanya, persahabatan dan pertemanan selalu saja ada kesalah pahaman.. aku yang selalu meledak, saat ini mencoba menahan perasaan karena aku takut marah ini menjauhkan ku dari syurgaNya.. "La Taghdob wa lakal Jannah"
rumit jika ku uraikan perasaan sebagai kakak..
namun peranku sebagai anak, aku ingin terus bisa mendoakan mereka agar kelak di akhirat mereka dibuat istina oleh Allah.. aku akan terus berjuang agar mereka tak pernah sia-sia membesarkan aku sampai saat ini..

sebagai wanita..
naluriku ingin segera mengakhiri masa penantian ini.. tapi hal ini termasuk kedalam bab rezeki, jadi aku ridho aku ikhlaskan bagaimana dan kapan Allah memberi rezeki itu..
rezeki tak pernah tertukar Allah akan tepat memasangkannya..
saat ini aku hanya ingin berlama lama dalam setiap sujudnya dan terus berlama-lama dengan Kalamullah..

*to be continued

Senin, 01 September 2014

membuka kembali..

sudah lama tidak membuka galeri yang satu ini.. galeri dimana aku menumpahkan semuanya..
begitu banyak fase yang aku lupa catatkan disini..
mencari kerja-bekerja-resign-lika liku persahabtan pun aku jalankan..
ah.. Allah yang in sya Allah tidak pernah aku lewatkan untuk bercerita..
kini akan kumulai kembali..

Sabtu, 14 Desember 2013

Semua itu Pilihan.. :)

..dibina sejak SMA, saya yang sejak SD-SMP menjadi siswa yang kerjaannya sekolah-pulang-sekolah pulang, merasakan rasa aneh, ketika SMA karena semua orang aktif disana, oke saat itu juga saya putuskan untuk aktif.. dan kerjaan saya saat itu pulang sekolah-ke Mesjid hampir selalu sampai menjelang maghrib, sampai selalu diusirin sama ikhwannya disuruh pulang.. belajar banyak bukan hanya sekedar akademik, ternyata menyenangkan.. tapi saya zona nyaman banget... anak mesjid bos ^^ biarin aja yg penting disini link saya bertambah kenal artis :p ( tim nasheed) dan presnter2 dan ustad ternama dikota bandung,. (itu bonus mungkin ya..) cuma yang terpenting adalah nikmatnya menjadi bermanfaat buat orang lain..

sampailah aku dibumi padjadjaran..
ntah salah ngomong atau bagaimana, (masalah tarbawi tidak akan saya ceritakan) cuma dari ini lah.. amanah seolah berduyun-duyun datang, ini murni ga ngeliat kapasitas, saya menganggapnya adalah ini adlah kepercayaan.. karena saya selalu yakin diluar sana jauh lebih banyak yang memiliki kapasitas jauh lebih hebat ketimbang saya..
oke kesimpulannya bagaimana saya menjaga kepercayaan itu, hanya saya menyadari itu amanah datang ga kira-kira setaun bisa sampai 3-5.. huft.. teringat kata-kata "..aktifitas kita jauh lebih banyak dibanding waktu yang kita miliki.." kesimpulan saya.. Allah lah yang akan mampu kan saya nanti..

diakhir tahun saya dikampus, satu amanah krusial hadir, ini berat sekali.. terlebih yang sifatnya eksternal, bukan tidak mau.. sejatinya aku sangat menyukai organisasi tersebut, karena aku bisa menjadi diri sendiri, dan disana aku belajar profesional.. tapi pilihan ku saat itu BERAT.. pada dasarnya orang tuaku tidak pernah menanyakan/ meminta waktuku untuk membersamai mereka..
aku sadar anak pertama yang memiliki adik yang masih sekolah, dan prinsipku.. ketika aku mengambil amanah haruslah komitmen, komitmen menurutku, ketika berani memulai harus berani mengakhirinya, tak mau tiba-tiba mundur meninggalkan amanah dengan alasan apapun termasuk alasan yang sifatnya PRIBADI.. karena itu berarti menurutku meninggalkan tanggung jawab, dan akan berujung pada mendzalimi orang lain.. karena sadar/tidak ketika kita mundur, yang tadinya menjadi tanggung jawab kita, pasti akan dilimpahkan pada yang lain.. tak mau jadi beban.. maka dengan berat hati aku memilih mundur dari egoisme pribadi yang sebenarnya menginginkan sekali bergabung di organisasi tersebut.. oke FOKUS pada sisi hidup yang lain..

setelah aku bereskan urusan kampus sampai selesai..
aku sudah kembali pada aktifitas semula ketika sebelum aktif dikampus.. membina adalah kewajiban, maka aku putuskan mencari binaan.. alhamdulillah dapet lagi..
hari-hari yang lain aku habiskan dengan kegiatan  yang mungkin kata orang tidak se-PRODUKTIF ketika dikampus, tapi ini mungkin pembalasan ku ketika dulu waktu ku habis bermanfaat untuk yang lain.. tapi hak orang tua ku jarang sekali, (padahal pulang tiap minggu)  karena pikirannya tidak disitu, 
semakin senang membina, bukan hanya binaan 'mentoring' tapi juga binaan mengajar yang membuat ku bahagia berbagi ilmu.. 

dan setiap malam, aku mengalami kerinduan hebat tentang aktifitas kampu, maka terkadang aku menanyakan dengan bawelnya pada adik2 dan rekan2.. sedikit terbersit ingin membantu mereka lagi.. memandang IBU, dan hati kecil berkata, "kalau kamu yang turun lagi, gimana generasi itu mau berkembang.., sudah lihat lingkaran terdekat mu, ibu adik, butuh kamu bimbing termasuk keponakan2 mu.. memang akan terlihat hebat ketika kamu membantu rekan2.." tapi ketika melihat kedalam keluargamu, masih banyak hal yang tidak tau.."
sampai pada kesimpulanku, kontribusi bukan selalu harus kita yang turun, bisa dengan menstimulasi mereka, memberikan mereka perhatian dsb, oke dengan caraku saja..
dan aku teringat kata-kata sesorang..
islam bukan hanya simbol, tapi nilai..
dimanapun kamu berpijak jangan hany 50%, tapi menjadi agen muslim yang baik ya harus 100%, dan teringat, 
oke aku akan 100% menstimulasi adik2 dan memberi mereka perhatian..
sedangkan aktifitas ku mengabdi pada lingkungan ku saat ini pun akan dilaksanakan 100% in shaa Allah,

Menjadi agen muslim yang baik, juga harus profesional.. ketika berkomitmen ya berani mulai harus mau mengakhiri.. dalam hal apapun, karena seorang profesional akan jauh lebih dihargai ketimbang hanya semau  kita.. tapi semampu kita,  semampu kita artinya kita memampukan diri kita, dan mengartikan bahwa jika Allah mengizinkan, bukan lah alasan-alasan yang kita buat..
maka dari itu pikirkan jangka panjangnya.. bikin plan hidup dengan baik, sehingga tidak  ada lagi keterjebakan dalam amanah.. dan hati-hati ketika kita sudah berniat meninggalkan amanah ditengah-tengah dengan berbagai alasan yang kita buat..

berpikir jauh kedepan, karena diri ini juga bawa identitas yang hakiki yaitu ISLAM.. yang semuanya harus dijaga dengan baik, mulai dari sikap, tutur kata, dan pemikiran..

Tapi semua itu adalah pilihan kita sendiri.. 
Karena dakwah itu luas saudaraku, banyak sekali yang harus kita benahi, dan kita pun harus segera membuat estafet-estafet baru tapi kita pun harus mengejar semua ketertinggalan kita.. semua butuh komitmen, setiap yang mampir dalam hidup kita adalah objek dakwah kita..
cukuplah Allah yang menjadi saksi.

-Mengutip dengan beberapa perubahan-

Jumat, 06 Desember 2013

Mengerti Tentang Mereka..

...kehidupan tak pernah luput dari yang namanya suka dan duka,
terkadang kesukaan membuat kita lupa, kedukaan bisa datang kapan saja.. jadi belajarlah untuk tetap ditengah-tengahnya, 
mensyukuri ketika kesukaan itu walaupun hanya sedikit.. dan bersabarlah atas semua kedukaan, karena yakin kedukaan itu akan berganti dengan kesukaan..



sekelumit kisat tentang seseorang yang sangat dalam mencintai orang-orang sekitarnya.. dia tak pernah menginginkan apapun dari orang lain, yang hanya ingin dia lakukan adalah kebahagiaan untuk orang lain..

suatu saat dirinya diserang kedukaan yang cukup hebat, namun tak ada satupun yang memperhatikannya, orang lain sibuk dengan urusannya masing-masing.. sampai pada satu kesimpulan mungkin dirinya tak berarti, akhirnya dia hanya sibuk dengan dirinya dan keluarganya.. dia sudah tak memikirkan dirinya, dia hanya berbipikir untuk keluarganya.. bahkan untuk menyenangkan dirinya sendiri dia selalu berpikir ulang, adakah yang masih kesulitan jika dirinya mendapatkan apa yang dirinya inginkan?

hatinya terluka, ditandai dengan untaian tangisan pada Rabb-Nya dalam setiap sujudnya..
terluka, karena tak ada satupun yang memperhatikannya.. hingga suatu malam, dalam doanya."...jika memang dengan seperti ini Engkau Ridha pada ku Rabb.." aku ikhlas..
terisak dan terus terisak, sampai sajadahnya mulai dingin..
dia terus bertahan karena Rabb nya dan karena syukur atas nikmat Rabb nya, dia sudah sangat kebal atas ocehan orang tentang yang menimpanya.. rautnya terlihat biasa, ketika seseorang tersebut berbicara tentangnya.. padahal sesampainya di tempat yang tak ada satupun orang dia menangis..
ditengah rintikkan hujan dia menangis.. caranya dia mengeluarkan emosi,
yah..sabar tak pernah mengenal batas, sisi manusiawi manusia harus tetap diperhatikan,jangan sampai kita buta, terutama buta hati, berhati2 berucap, berhati2 berbuat.. karena kita tidak pernah tau perkataan kita yang mana yang mungkin bisa menyakiti..

aah.. Rabb indah ketika kita bisa ikhlas..
kita harus tetap memiliki hati seluas samudera, agar tetap bisa mencari ilmu untuk beramal lalu ikhlas atas semua takdir..
#merenung



Kamis, 31 Oktober 2013

Empat tahun yang Bermakna #Krypton4thAnniversary

keluarga besar kryptonites 09


Suatu kebersamaan tak pernah lepas dari yang namanya suka-duka.. terlebih disini kami semua sedang belajar, bukan hanya belajar tentang akademik khususnya perkimia-an.. tapi sadar atau tidak semua sedang belajar tentang kebermaknaan hidup..

perjalanan awal untuk menjadi keluarga kryptonites09 kala itu lumayan berat, karena tak jarang penuh dengan keringat, air mata dan tak sedikit pula canda tawa yang terkenang saat ini adalah kebahagiaan.. namun kami sepakat tak ingin mengulang massa-massa itu.. :D
sebuah keluarga tak lengkap rasanya bila tak ada seorang pemimpin..
kami pun memiliki pemimpin yang saling melengkapi, yang perempuan begitu mengayomi dan yang laki-laki begitu menghibur..
kordi putra (bapa eta)
kordi putri (mamah anya)

awal terbentuk masih banyak goresan-goresan yang mungkin terjadi karena belum mengenal satu sama lain.. tahun demi tahun dilalui dengan banyak kegiatan mulai dari kepanitian alih tahun, sampai pengkaderan berhasil dilalui..
sepanjang perjalanannya selisih paham sering terjadi, tapi tak membuat mereka menjauh..
empat tahun kini usianya, usia kalau seorang manusia.. sedang belajar menapaki kehidupan sesungguhnya..
empat tahun yang mendewasakan, empat tahun yang begitu bermakna, karena intensitas pertemuan sudah sangat jarang, dan keberadaan pun sudah terpisah oleh jarak.. ada yang merantau ke negeri orang, ada yang ke kota lain, ada yang sudah menggenapkan separuh dien nya dan sebagian lain sedang berjuang dengan kehidupannya masing-masing.. yang berjuang mencari rizki dan yang mnyelesaikan tugas akhirnya serta yang ikut imamnya di luar negeri sana..

semoga dimanapun kalian selalu dalam keberkahan dan kemudahan dari-Nya..

kebersamaan 4 tahun terakhir...

tahun pertama 2009

pertengahan tahun

akhir kebersamaan -kuliah lapangan-
sebagian mereka yang sidang akhir
 

sebagian mereka wisuda





Memori yang indah.. empat tahun yang bermakna, thank's all..
atas kebersamaannya.. atas semua pelajaran kehidupannya.. kalian yang menginspirasi :'(

*foto-foto diambil dari koleksi grup dan pribadi personil kryptonites09

Senin, 28 Oktober 2013

menuju Cinta-Nya

aku ingin berbicara tentang cinta..
yah cinta itu fitrah terlebih aku seorang wanita..
selalu dalam doaku, cintakan aku pada orang yang hanya takut sama Allah.. cinta yang tertuju pada Allah dan Rasul-Nya..

berbicara tentang pernikahan, aku hanya ingin yang sederhana namun bermakna dalam..

aahh.. aku belum bisa berbicara banyak, ilmu pun belum terlalu dalam..
namun mimpiku adalah sebuah pernikahan haruslah bervisi yang jelas terutama untuk umat bukan hanya untuk kepentingan internal keluarganya sendiri..
pernikahan yang bergerak keluar, berarah kebaikan karena yag masuk dan keluarnya itu adalah suatu kebaikan..

tidak tergesa tapi tetap berikhiar dengan baik mencari sebaik-baiknya takdir terbaik..
tidak tergesa-gesa tapi mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang,
mempersiapkan.. ketimbang gagal memepersiapkan yang berarti adalah suatu kegagalan..

memperbaiki diri adalah salah satu cara memperbaiki pasangan..
sesuai yang dikatakan pada ayat an-nuur:26 "...bahwa lelaki yang baik untuk perempuan yang baik, begitupun sebaliknya.."
memperbaiki semua amalan, memperbaiki emosi, memberbaiki kebiasaan, belajar tentang suatu perencanaan, dan belajar mendidik..

karena selain menjadi seorang istri kita akan menjadi seorang yang harus diteladani yaitu madrasah pertama dari seorang anak.. that's right IBU..
belajar ikhlas, belajar tulus.. itu mengapa pernikahan disebut sebagai 1/2 agama, karena banyak sekali pelajaran yang akan didapat, begitupun dengan amalan yang begitu banyak.. dan godaannya pun begitu lebih besar ketimbang kita sendiri.. akan selalu ada fasenya, tapi untuk saat ini masih dalam fase belajar dan memantaskan untuk lebih baik..
Rabb, jaga hati siapapun yang akan menjadi seorang imam bagi, jaga ketaatannya, jaga selalu lisan dan hatinya agar selalu senantiasa menyebut dan menyebut nama-Mu Yaa Allah..

pojok hati

..rasanya ingin pergi jauhhh.. lari cepat, meninggalkan semua ini..
serasa hampa.. merasa tak bermakna, dan tak memiliki arti bagi mereka.. aku sedang tak mau bertemu siapapun.. hatiku sedang sakit teramat dalam..
marah pada diriku sendiri, karena merasa benar-benar tak berguna..
ada apa dengan hati ku.. kujalankan semua rutinitas ini..
aku kecewa dengan hatiku sendiri kenapa kau masih saja menginginkan perhatian dari makhluk-Nya padahal Rabb mu sudah begitu besar memberikan segala nikmatnya..
sedih.. se-sedih-sedihnya..

aku hanya butuh menata hatiku kembali..
hati yang compang-camping.. aku butuh ruang kosong untuk meluapkan semua emosi ku.. aku butuh itu..
aku ingin menangis.. aku ingin berteriak..
kenapa kau hati, begitu banyak pemberontakan..