Tampilkan postingan dengan label amanah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label amanah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Desember 2013

Semua itu Pilihan.. :)

..dibina sejak SMA, saya yang sejak SD-SMP menjadi siswa yang kerjaannya sekolah-pulang-sekolah pulang, merasakan rasa aneh, ketika SMA karena semua orang aktif disana, oke saat itu juga saya putuskan untuk aktif.. dan kerjaan saya saat itu pulang sekolah-ke Mesjid hampir selalu sampai menjelang maghrib, sampai selalu diusirin sama ikhwannya disuruh pulang.. belajar banyak bukan hanya sekedar akademik, ternyata menyenangkan.. tapi saya zona nyaman banget... anak mesjid bos ^^ biarin aja yg penting disini link saya bertambah kenal artis :p ( tim nasheed) dan presnter2 dan ustad ternama dikota bandung,. (itu bonus mungkin ya..) cuma yang terpenting adalah nikmatnya menjadi bermanfaat buat orang lain..

sampailah aku dibumi padjadjaran..
ntah salah ngomong atau bagaimana, (masalah tarbawi tidak akan saya ceritakan) cuma dari ini lah.. amanah seolah berduyun-duyun datang, ini murni ga ngeliat kapasitas, saya menganggapnya adalah ini adlah kepercayaan.. karena saya selalu yakin diluar sana jauh lebih banyak yang memiliki kapasitas jauh lebih hebat ketimbang saya..
oke kesimpulannya bagaimana saya menjaga kepercayaan itu, hanya saya menyadari itu amanah datang ga kira-kira setaun bisa sampai 3-5.. huft.. teringat kata-kata "..aktifitas kita jauh lebih banyak dibanding waktu yang kita miliki.." kesimpulan saya.. Allah lah yang akan mampu kan saya nanti..

diakhir tahun saya dikampus, satu amanah krusial hadir, ini berat sekali.. terlebih yang sifatnya eksternal, bukan tidak mau.. sejatinya aku sangat menyukai organisasi tersebut, karena aku bisa menjadi diri sendiri, dan disana aku belajar profesional.. tapi pilihan ku saat itu BERAT.. pada dasarnya orang tuaku tidak pernah menanyakan/ meminta waktuku untuk membersamai mereka..
aku sadar anak pertama yang memiliki adik yang masih sekolah, dan prinsipku.. ketika aku mengambil amanah haruslah komitmen, komitmen menurutku, ketika berani memulai harus berani mengakhirinya, tak mau tiba-tiba mundur meninggalkan amanah dengan alasan apapun termasuk alasan yang sifatnya PRIBADI.. karena itu berarti menurutku meninggalkan tanggung jawab, dan akan berujung pada mendzalimi orang lain.. karena sadar/tidak ketika kita mundur, yang tadinya menjadi tanggung jawab kita, pasti akan dilimpahkan pada yang lain.. tak mau jadi beban.. maka dengan berat hati aku memilih mundur dari egoisme pribadi yang sebenarnya menginginkan sekali bergabung di organisasi tersebut.. oke FOKUS pada sisi hidup yang lain..

setelah aku bereskan urusan kampus sampai selesai..
aku sudah kembali pada aktifitas semula ketika sebelum aktif dikampus.. membina adalah kewajiban, maka aku putuskan mencari binaan.. alhamdulillah dapet lagi..
hari-hari yang lain aku habiskan dengan kegiatan  yang mungkin kata orang tidak se-PRODUKTIF ketika dikampus, tapi ini mungkin pembalasan ku ketika dulu waktu ku habis bermanfaat untuk yang lain.. tapi hak orang tua ku jarang sekali, (padahal pulang tiap minggu)  karena pikirannya tidak disitu, 
semakin senang membina, bukan hanya binaan 'mentoring' tapi juga binaan mengajar yang membuat ku bahagia berbagi ilmu.. 

dan setiap malam, aku mengalami kerinduan hebat tentang aktifitas kampu, maka terkadang aku menanyakan dengan bawelnya pada adik2 dan rekan2.. sedikit terbersit ingin membantu mereka lagi.. memandang IBU, dan hati kecil berkata, "kalau kamu yang turun lagi, gimana generasi itu mau berkembang.., sudah lihat lingkaran terdekat mu, ibu adik, butuh kamu bimbing termasuk keponakan2 mu.. memang akan terlihat hebat ketika kamu membantu rekan2.." tapi ketika melihat kedalam keluargamu, masih banyak hal yang tidak tau.."
sampai pada kesimpulanku, kontribusi bukan selalu harus kita yang turun, bisa dengan menstimulasi mereka, memberikan mereka perhatian dsb, oke dengan caraku saja..
dan aku teringat kata-kata sesorang..
islam bukan hanya simbol, tapi nilai..
dimanapun kamu berpijak jangan hany 50%, tapi menjadi agen muslim yang baik ya harus 100%, dan teringat, 
oke aku akan 100% menstimulasi adik2 dan memberi mereka perhatian..
sedangkan aktifitas ku mengabdi pada lingkungan ku saat ini pun akan dilaksanakan 100% in shaa Allah,

Menjadi agen muslim yang baik, juga harus profesional.. ketika berkomitmen ya berani mulai harus mau mengakhiri.. dalam hal apapun, karena seorang profesional akan jauh lebih dihargai ketimbang hanya semau  kita.. tapi semampu kita,  semampu kita artinya kita memampukan diri kita, dan mengartikan bahwa jika Allah mengizinkan, bukan lah alasan-alasan yang kita buat..
maka dari itu pikirkan jangka panjangnya.. bikin plan hidup dengan baik, sehingga tidak  ada lagi keterjebakan dalam amanah.. dan hati-hati ketika kita sudah berniat meninggalkan amanah ditengah-tengah dengan berbagai alasan yang kita buat..

berpikir jauh kedepan, karena diri ini juga bawa identitas yang hakiki yaitu ISLAM.. yang semuanya harus dijaga dengan baik, mulai dari sikap, tutur kata, dan pemikiran..

Tapi semua itu adalah pilihan kita sendiri.. 
Karena dakwah itu luas saudaraku, banyak sekali yang harus kita benahi, dan kita pun harus segera membuat estafet-estafet baru tapi kita pun harus mengejar semua ketertinggalan kita.. semua butuh komitmen, setiap yang mampir dalam hidup kita adalah objek dakwah kita..
cukuplah Allah yang menjadi saksi.

-Mengutip dengan beberapa perubahan-

Rabu, 12 Desember 2012

dari Kino Tobi 'Insya Allah' sampai PROAKTIF


BPM Kema FMIPA Unpad

                Pertama masuk kampus,lembaga kemahasiswaan pertama kali yang saya ikuti yah, inilah… BPM Kema FMIPA Unpad, awalnya adalah sebuah keteladanan yang ada yaitu menolong orang lain atau yang saat ini saya pahami adalah ADVOKASI.. disitulah yang membuat saya begitu antusias ingin membantu orang lain untuk berkesempatan kuliah, karena ADVOKASI is pahala..
Itulah kata-kata yang sampai saat ini jadi magic dalam diri ini, bahwa ketika menjadi seorang mahasiswa bukan mengambil untung yang sebanyak-banyaknya, tapi menjadi sebaik-baiknya manfaat.. dimana pun kapan pun menjadi insan yang bermanfaat..
Pada mulanya tidak terlalu memahamibagaimana sistem kerja organisasi ini.. hanya sebatas tau bahwa lembaga ini melakukan pengawasan.. lebih mengenal sedikit demi sedikit saat saya tergabung pada anggota KPU Kema FMIPA Unpad.. inilah gerbang besarnya menjadi sebaik-baiknya manfaat, disadari atau tidak orang-orang yang bekerja di lembaga kemahasiswaan adalah orang-orang yang berani orang-orang yang punya jiwa yang ikhlas,karena apa.. mereka tidak di GAJI, tapi mereka yang merelakan dirinya,raganya bahkan mungkin hartanya untuk setiap kegiatan yang sifatnya untuk melayani orang banyak..
Back to the topic..
And then masuklah saya pada kepengurusan BPM Kino tobi ‘insya Allah’, masuk komisi yang mngawasi ekonomi dan ART dan juga Kominfo, ketika itu spesifik mengawasi keuangan, proses belajar dan terus belajar untuk berkomitmen dalam beramanah, di amanahi jadi wakil ketua komisi kala itu, pelajaran berharga… kirain bakal ga akan berfungsi soalnya saya punya ketua komisi SIAGA banget.. (berlebihan? Saya rasa nggak.. dari beliaulah belajar tentang bagaimana menjadi legislator beserta rekan2 yang lain).. yang namanya kepengurusan organisasi pasti naik turun, sama halnya.. timbul tenggelam, orang-orangnya hilang2an.. termasuk pejabat pentingnya.. tapi tidak jadi masalah roda organisasi itu tetap akan berputar..
Kenangannya banyak sekali..
Hingga diakhir sidang akhir tahun di munculkan lah sebuah video yang merangkum semua perjalanan kita, sebagian menangis merasakan kesedihan akan perpisahan.. saat itu belum terlalu ngeuh mengapa ada kesedihan itu.. walaupun mata ini sempat sembab.. :D

..kala itu teringat pesan murobbi saya, apa yang kita jalani saat ini suatu hari nanti akan jadi masa lalu.. tinggal kita yang milih masa lalu yang seperti apa?
Kini BPM kedua, BPM  penebusan dosa, karena tahun kedua tidak memenuhi permintaan masuk kesana, terlebih saya kabur ke organisasi lain.. BPM terberat karena sesepuhnya hanya beberapa, tidak seperti BPM sebelumnya.. BPM terberat karena saya sudah memiliki amanah lain,dan urusan yang membutuhkan FOKUS juga.. tapi amanah haruslah tetap dijalankan..
Kali ini ngawas kaderisasi, huaaa.. shock dengan segala problematikanya.. bocah2 saya sempet menghilang disaat lagi dibutuhkan, ngilang ngurus rumahnya masing-masing.. tengah kepengurusan sang ketua menghilang karena KKN padahal lagi genting2nya.. bersama seorang akhwat lain kerja di BPM serabutan, ini itu diatur.. untungnya sang ibu PO masih menggerakan anak2nya sehingga masih cukup terjaga dengan motivasi yang lumayan meguatkan..
BPM sepi banget..banget, sampai sempet bertanya apa bubar aja selepas ini, BPMnya??? Mahasiswa sudah tak memiliki tanggung jawab pada sesuatu yang sudah dipilih…
Ditambah lagi sikap ketidak pekaan para ikhwan baik di eksekutif maupun legislatif membuat pusing setengah mati, sampai kelepasan gebrak pintu.. dan ngatain “ga peka”.. efeknya tuh kata2 “ga peka” booming, sampe di update-in status coba.. #parah
Hmm.. selepas itu ngerasa kayanya pada berubah…(Alhamdulillah) persiapan stand penyambutan mahasiswa baru disiapin sampai pada begadang para ikhwan.. (berubah karena diri sendiri dan untuk Allah ya..)
Semua kemudian berjalan cepat sekali, maklum kepengurusan kami hanya kurang lebih 8 bulanan, mulai dari upgrading, pembentukan KPU pelatihan KPU, pembentukan panitia kongres.. dan sampai detik-detik menjelang kongres..
Hari-hari menjelang kongres diisi dengan draft-draft penilaian yang tak kunjung selesai, karena semua bahan-bahan penilaian salah satunya LPJ belum semua sampai, sampai laporan keuangan pun baru sampai H-1 ckckckckck, itu baru penilaian.. beluuum ngerjain Laporan Kegiatan BPM selama satu periode, hmm.. diputuskan lah untuk saling menginap( akhwat..ikhwan2),yang akhwat fix mereka tidak tidur.. itu laporan ga beres-beres, pagi-pagi sudah di hubungi karena peserta penuh belum memenuhi kuorum.. jadilah terbirit-birit menuju tempat..
Detik2 menjelang pembacaan LK BPM, sang ketua berkata “biar saya yang wakili..”
Dalam hati, lha kok kaya gini.. bukannya kita semua kerja bareng2 ya.. dan diangkat sevara personal.. tapi yaa udah lah, terus klo begini kenapa itu LK kita buat detail banget? Campur aduk….. udah lah lupakan.. urusan pak ketua berarti..
Tiba masalah penilaian, argument terus dilontarkan tapi kesana kemari seolah tak berujung.. sang presidium lalu melontarkan ada usulan waktu?
Saya yang gereget laluterlontar “ 10 menit absolut” saya ga piker panjang apa efek yang terjadi… 10 menit lewat.. tuh siding terancam si pending, yang menandakan kita ga lengser hari itu.. huaaa tidaaakkkk saya ingin rekor, dalam saat bersamaaan amanah saya di tempat lain juga selesai, akhirnya pakar “peka” menunjukan aksinya.. di PeKa itu waktu.. siding pun berlanjut..sampai pada penilaian dan pendeminsioneran.. saat deminsioner teman sebelah saya berbisik.. “kok sedih ya,… saya hanya bisa tersenyum semampunya.. padahal lagi ngatur nafas.. untk tidak meleleh saat itu,.. saat itu mundur kebelakang udah mulai aneh lah.. tapi sudah bertekad.. no cry.. “ deminsioner beres.. bubarlah kita, eh.. pak presidium marah2 karena kita di bubar gitu aja.. dia bilang, “ tolong hargai kami, kalian masih peserta siding penuh..” dalam hati  “Hah, dari mana tadi kan udah deminsioner, udah ga atuh,, karena gereget.. “ angkat tangan lah.. sedikit berdebat di awal.. tapi beres juga…
Hari itu saya langsung pulang karena sudah ditunggu seseorang tercinta. Ibuku… hmm,
Di jalan aku ucapkan maaf pada semua anak2 BPM, dan adik2 karena saya tidak bisa mngayomi mereka dengan baik.. tidak terlalu bisa membantu mereka, termasuk pak ketu.. karena semua aktivitas saya, dan sifat sok sibuknya saya.. bener-bener ngerasa dzalim.. maaf ya.. :’(
Di jalan itu juga akhirnya aku menitik kan air mata.. huaa sedih.. ternyata organisasi terakhir.. ternyata di BPM juga.
Rabbi ikatan ukhuwah yang ada semoga Engkau saja yang menjaganya, bukti bahwa kami saling menyayangi Karen Engkau..
Semoga mereka menemukan tampat terbaik mereka kondisi terbaik mereka..
Semoga mereka tetap ikhlas menebar manfaat dimanapunmereka berada..

#nangis lagi ditengah m=nyiapin slide buat UP

Sabtu, 03 November 2012

tidak punya kesempatan memilih

..hal yg tidak untuk diminta dan ketika hadir bukan untuk ditinggalkan..
tapi ntah mengapa tak ada kesempatan untuk memilih.. hhufft ntah lah mengapa? ingin sekali mengatakan "oke aku disana..insya Allah akan segera memperbaiki niatan dan mengerjakan apa yg harus dikerjakan.."
tapi yg ada sekarang, ketika hadir adalah.."innalillahi wa innailahi roji'un..

semoga bisa diberi kekuatan..
tapi pada tengah perjalanan ada yg mengeluh terlalu berat, ada yg muntaber lah.. (mundur tanpa berita lah). dll..
knapa tidak menjadikan seseorang itu aktor dalam setiap tempatnya masing2.. untuk itu pentingnya penelusuran minat serta tabbayun pada orang tersebut.. jgn jadi ogah-ogahan krn g sreg..
'allahua'lam

*to be continued

Minggu, 30 September 2012

Dilematis sekolah dan kampus.. ^^v


            
            Sudah berkecamuk cukup lama tentang ini..
Lebih-lebih ketika isu ROHIS sarang teroris.. pernahkah menjadi sebuah dilematis? Itu mungkin saya saja yang merasakan, merasakan harus dimana posisi saya, Dakwah Sekolah yang cukup jarang saya kunjungi akhir-akhir ini di lihat seperti itu.. Dakwah Sekolah yang telah memberikan seluruhnya dan berefek hidupku menjadi lebih hidup itu di kira aneh-aneh.. padahal tak sedikit pun diajarkan untuk menjadi seorang yang pemberontak, begitu halus menyentuh hati.. bahkan ketika aku berusaha kabur dahulu.. dakwah inilah yang menyentuh hati sehingga membuat ku tetap bertahan sampai saat ini.. Pikiranku berkecamuk, mungkinkah ada yang salah akhir-akhir ini disana.. Yaa memang harus di cek, itulah fungsi alumni untuk bagaimana mempertahankan dan tetap menciptakan regenerasi yang tangguh sepeninggalannya disana, masa bakti alumni untuk tetap membina sekolah di sekolah ku 2 tahun, tapi tak tuntas aku laksanakan, keburu di beri titipan oleh kampus.. yang pada awalnya berat sekali, meninggalkan adik2 di sekolah yang sedang benar-benar aku bina, tapi begitulah mungkin yang namanya panggilan dakwah, harus siap di tempatkan dimana pun…
            Namun ini semua menjadi suatu bahan renungan yang cukup dalam, tak usah mempartisi antara sekolah dan kampus semuanya harus dikelola bersama.. Sekolah mencetak semua pemula, cukup sulit dibagian ini.. karena apa?, pembentukan karakter, pola dasar yang harus cukup kuat untuk basic kedepannya.. modal yang cukup penting, karena yang saya pahami ketika mereka masuk kampus pun, itu yang akan memperkuat mereka di tengah keheterogenan kampus, ke kurang stabilan asupan dikampus, karena ketika masuk kampus.. seolah sudah memasuki Pra-masyarakat, yang di perkuat ketika dikampus adalah pandangannya, pandangan berpikirnya harus semakin utuh, menyeluruh, dan lebih berkomitmen minimal pada diri sendiri dan tentunya pada Allah Subhana wata’ala..
            Harus bersinergis, dan perlu adanya pembagian rata tentang SDM, Sekolah butuh alumni untuk tetap menjaga regenerasinya, Kampus pun seperti itu masih perlu beberapa alumninya untuk tetap memperkuat dan meperkokoh di segala sector..
Jadi mungkin tak ada alasan apapun, tinggal memilih, dimana kah sekolah atau kampus..
Di sekolah berkutat dengan pembinaan yang intens, dikampus harus diperkuat dengann pandangan yang utuh untuk memahami sektor-sektor yang ada disana..
Tagline sekolah “Bekerja untuk perubahan Besar”
Kampus lebih ke FUTUH..
Dilematisnya adalah.. semua alumni DS ditarik semua ke kampus, sekolah tinggal beberapa orang, kadang habis..
Tetapi ketika seseorang tersebut di kampus, susah payah mencari agar tetap terjaga, yang jadi pertanyaan sampai sekarang adalah alumni kampus pada kemana.. adik2nya luntang-lantung ga di bina dengan dalih sudah tidak di kampus lah atau apa lah… *bagian ini saya belum temukan jawabannya..
Sekolah selalu saja tarik-tarikan untuk tidak memberikan kadernya ke kampus karena apa, sudah tau.. klo di kekampusin, ga dijaga malah lepas, karena terlalu beratnya amanah tidak sesuai dengan penjagaannya..
Udah susah-susah dibina disekolah, dikampus malah dipilah pilih sama anaknya kader, yang berpotensi tidak terbina dengan baik, akhirnya balik ke sekolah ogah di kampus.. PR besar buat kampus..
Aku masih tersentuh dengan kesahajaan sekolah menerima kapan pun dansama siapapun..
*dilematis.. ingin kembali ke sekolah.. selalu saja di cegah dengan berbagai alasan.. padahal yang kulakukan masih dalam koridor yang sama, dakwah.. tapi aku ingin cara yang beda.. membina adik-adik yang kuat dan siap guna sejak dini.. itu ingin ku lakukan di dakwah sekolah, apakah tahun ini berhasil kembali/kah seperti apa?
*kita liat nanti..
*to be continued*

Selasa, 10 Juli 2012

Madrasah Ilmu Pengetahuan Agama

ada yang merasa judulnya aneh?

sama yang nulis juga baru tau,
sore itu di tempat yang ukurannya tidak terlalu besar berkumpul beberapa mahasiswa yang sedang mendengar pemaparan sebuah tim yang akan mengadakan suatu acara,
beberapa elemen terkait pun hadir,baik tim pelaksana maupun pengawas..

pemaparan berjalan santai tapi lumayan serius (keliatan dari mukanya,pada rieut) :p

sesi demi sesi dilalui dalam tiap pembahasannya..

sampai pada suatu pembahasan,
tentang ciri khas "objek" ini apa??

semua melongo ga ada yang tau...

sampai salah seorang terkenal dengan pesantrennya UP

oh...

ditimpalin juga sama salah satu rekan yang lain, sampai dulu tuh di sebutnya
Madrasah Ilmu Pengetahuan Agama

sontak saya pun kaget
what??!!%$#@
sejak kapan?menjelang 4 tahun di sana saya baru tau..

 emang ni tempat kondusif,tenang..
kiri kanan jilbab semua, hijab jangan ditanya mau rapat apapun juga pasti ada jaraknya..
dan tiap dimulainya pasti tilawah n tausiyah (udah standar operasional prosedur)..

tapi jangan samapai kita terlena dengan semua kenyamanan ini,tetap semua harus di perjuangkan,
terjaganya nilai-nilai islam adalah tugas semua penghuninya..

masih ingat dengan analogi Rumah?
rumah itu satu kesatuan
 

apa yang sudah baik pertahankan,
jaga payungnya jangan sampai bocor..
kuatkan fondasinya dengan bahan-bahan yang baik dan berkualitas agar kokoh mengakar tajam tertancap..
perindah dindingnya, dan terangi isinya dengan cahaya ilmu..

yah semua bersinergi..
berkorelasi..
tak ada siapa yang lebih penting dan siapa yang tidak,,
semua akan terlihat bagus dan kokoh karena jika semuanya dapat saling melengkapi..
saling menguatkan..

jangan terlena dengan kenyamanan..

berangkatlah dari zona nyaman mu..
pelajari lagi apa-apa yang belum pernah kau pelajari, terapkan,aplikasikan.. tularkan ilmu itu pada generasi penerus mu..
berikan pula kegelisahan-kegelisahan tentang agama ini tentang bangsa ini pada saudar-saudaramu yang lainagar kau tak merasa sendiri dalam mendirikan bangunan itu..

agar semua dapat merasakan indahnya berjuang bersama..indahnya kebersamaan dalam mewujudkan suatu peradaban yang lebih baik..

ciri-ciri orang yang beriman adalah ia yang selalu memiliki harapan untuk hari esok..

semangat!wahai para pengemban amanah..
harapan itu selalu ada..

Minggu, 08 Juli 2012

Bukan anak Kader ^^

keluarga aktivis

fenomena yang sedang terjadi saat ini  adalah maraknya anak kader,,
anak kader disini adalah anaknya para aktivis,
anak yang ibu bapaknya para aktivis dakwah..

secara tervisualisasi dengan jelas bagaimana tumbuhnya anak kader,
sudah sangat wajar jika memang perkembangannya pesat, karena memang tumbuh dan berkembang ditengah-tengah keluarga yang kondusif dan semua serba dikondisikan,.
terkagum-kagum aku dibuatnya..

diskusi ku berlanjut pada seorang narasumber,
sebenarnya ada juga anak kader yang sebagai ujian dua orang tuanya.. walaupun semua serba dikondisikan, ada juga yang tidak mau, jadi anak kader karena pernah terlontar..
"umi abi syuro mulu, nanti gede ga mau jadi kaya umi atau abi" (salah seorang pengakuan..)

memandang dari sisi yang lain itu bukan salah sistem, tetap itu dikembalikan pada personalnya masing-masing.. bagaimana me managemen keluarga itu sendiri,

back to the topic

senang sekali berteman dengan para anak kader ini,dan terkadang terbersit dalam hati..
 "(seandainya aku bisa,belajar islam seperti mereka dari kecil..dikenalkan dengan al-quran sejak dini,mungkin ketertinggalanku tidak terlalu jauh)"

biasalah itu fitrahnya manusia,iri karena sesuatu yang baik menurutku sah-sah saja.. untuk lebih semangat memperbaiki diri,.

teruntuk sahabat yang ibu bapaknya aktivis,
bersyukurlah,bersykur..karena kau tak usah meminta tentang pentingnya ilmu dan amal, karena tanpa kau sadari ibu bapak mu akan mengajarimu tentang itu semua.. bahkan beruntunglah,karena mereka pasti memiliki keinginan kau lebih baik dari mereka..

untuk kita yang bukan anak kader,
beruntunglah..karena tarbiyah dari Allah langsung kita dikenalkan dengan jalan ini, yah jalan dakwah, dimana kita semua sedang mencoba mendekati Rabb kita..
ambilah dalam setiap fasenya hikmah-hikmah yang begitu mendalam yang pasti ada dalam tiap fasenya untuk kau ceritakan kembali pada anak-cucu mu kelak..

jangan pernah berkecil hati meskipun kau bukan lahir dari keluarga aktivis,tapi kau masih punya kesempatan melahirkan aktivis bahkan mujahid dan mujahidah nya peradaban islam ini..

asal kau tetap tabah dalam menghadapi jalan ini, tetap kuat memikul amanah dakwah yang sejatinya amanah dakwah itu bisa mematahkan tulang punggung kita..

pesanku..
"Dan jangan kau lupakan ibu bapak mu saudara-saudaramu, kenalkan mereka lebih dekat pada ajaran-ajaran islam..
sungguh itu adalah pekerjaan yang sangat mulia,.
tidak akan pernah tertukar walaupun kau bukan berasal dari keluarga yang kondusif, tapi kau masih bisa bertahan dijalan ini, bertahan dan terus bermunajatlah pada Allah.." agar kita dikuatkan, karena janji Allah itu pasti, dan semuanya tidak akan pernah tertukar.."

Senin, 02 Juli 2012

sekilas tentang DS kala itu


menginjakkan kaki di SMA 19 yang pada awal membuatku berencana untuk pindah sekolah..
tapi ternyata diurungkan niatnya,lalu sampailah pada serangkaian agenda untuk memilih extrakurikuler..

karena waktu itu ga mau ribet, jadilah pilih IKREMA..(karena dipikir2 paling cuma belajar ngaji..hhe)
at-taqwa dulu (dari depan)


ikrema kalau ada kumpul




halaman depan


sampai tiba pada rangkaian tarbiyah, pada mula pun sama seperti kalian (mungkin) kabur2an sampai dikejar2 (mulai ditungguin didepan kelas dan digerbang) pementornya..#tehsri (tepok jidat,kalau nginget yang satu ini, sampai suatu saat inget, bilang teh mau beli makanan dulu.. eh malah kabur pulang), #maapyateh

itu sekelumit mulanya..

hingga sebenarnya aku tak sadar tepatnya kapan aku bisa bertahan..
rangkaian yang lainpun banyak dari mulai tatsqif yang rutin, kajian, dll hingga pada mengemban amanah yang berjenjang mulai dari pemula,pengurus inti dan SC pun dijalani..dulu tak menyadari akan proses ini, sekarang disadari atau tidak,,luar biasa jenjang itu mengajarkan banyak hal mulai dari tataran teknis hingga tataran konsep..

belajar tentang LDO,LDK dll
yang didalamnya teknik sidang,manajemen proposal, manajemen rapat, manajemen waktu, manajemen organisasi dll

sampai suatu ketika tiba sampai rangkaian LPJ..
ngenesnya di suruh direvisi sama kg idzma..
hmm..#belajar lagi,(itu hikmah saat ini,dulu mah rada gimana gitu..pas disuruh di revisi)

suasana rujax party

pak susanto aja ikut rujakan
itu cerita tentang organisasinya..
sekarang sisi yang lain,banyak sekali kegiatan diluar yang lain, mulai dari rujax party, ngaliwet party, beberes(biasanya kalo yang ini pada kabur duluan)..
rihlah&out bond mabit dll..
masih ingat dengan out bond yang di sekolah alam bandung?yang kita alumni sampai bilang ini anak ROHIS atau PA..#medanterjalbangeeeeettttt
(alumni dikerjain)

rihlah ke pondok hijau,..ke dago pakar and maribaya?#jalandaridagosampaipakar(itu tangguh banget)
rute ke pondok hijau

naik ke panok hijau

games di pondok hijau


serta kegiatan lain menyiapkan acara mulai dari idul qurban, GARIS MUDA(Gema Rohani Islam Mujahid Muda), ZOMBIE( Zona Muda Bergaul Islamie)..mnghadirkan pemateri,trainer hingga tim nasyid yang terkenal..itu pengalaman yang luarrr biasa #menurut saya..
ahsan nasyid di acara GARIS MUDA
peserta akhwat GARIS MUDA 


peserta ikhwan GARIS MUDA

kegiatan itu begitu menghidupkan jiwa #seriusan
saking menjiwai, pulang sekolah jam2 betah aja tuh di mesjid sampai jam 5..

yah rangkaian itu begitu membekas,begitu lekat dalam ingatan..
karena masih ingat, dulu boro2 ngerti apapun.. sekarang sudah mulai bertambah(walaupun masih banyak yang harus dipelajari lagi)

merasakan bagaimana indahnya tersentuh oleh islam..

hingga pada akhirnya sampai kita dirangkaian DPS..(Dauroh Pasca Sekolah)
dulu pernah bernazar kalau keterima di ITB bakal sering kesekolah..
takdir Allah menempatkanku dijatinangor..
sudah kucoba membagi waktu dan tidak mempermasalahkan jarak..
kucoba 1 tahun, tapi tak optimal banyak yang terdzolimi termasuk tarbawi..

setelah berkonsultasi dengan banyak pihak sementara waktu aku beralih tugas sebentar..
hingga waktu itu tiba aku kembali "berjuang untuk perubahan besar"#tagline DS