Sabtu, 14 Desember 2013

Semua itu Pilihan.. :)

..dibina sejak SMA, saya yang sejak SD-SMP menjadi siswa yang kerjaannya sekolah-pulang-sekolah pulang, merasakan rasa aneh, ketika SMA karena semua orang aktif disana, oke saat itu juga saya putuskan untuk aktif.. dan kerjaan saya saat itu pulang sekolah-ke Mesjid hampir selalu sampai menjelang maghrib, sampai selalu diusirin sama ikhwannya disuruh pulang.. belajar banyak bukan hanya sekedar akademik, ternyata menyenangkan.. tapi saya zona nyaman banget... anak mesjid bos ^^ biarin aja yg penting disini link saya bertambah kenal artis :p ( tim nasheed) dan presnter2 dan ustad ternama dikota bandung,. (itu bonus mungkin ya..) cuma yang terpenting adalah nikmatnya menjadi bermanfaat buat orang lain..

sampailah aku dibumi padjadjaran..
ntah salah ngomong atau bagaimana, (masalah tarbawi tidak akan saya ceritakan) cuma dari ini lah.. amanah seolah berduyun-duyun datang, ini murni ga ngeliat kapasitas, saya menganggapnya adalah ini adlah kepercayaan.. karena saya selalu yakin diluar sana jauh lebih banyak yang memiliki kapasitas jauh lebih hebat ketimbang saya..
oke kesimpulannya bagaimana saya menjaga kepercayaan itu, hanya saya menyadari itu amanah datang ga kira-kira setaun bisa sampai 3-5.. huft.. teringat kata-kata "..aktifitas kita jauh lebih banyak dibanding waktu yang kita miliki.." kesimpulan saya.. Allah lah yang akan mampu kan saya nanti..

diakhir tahun saya dikampus, satu amanah krusial hadir, ini berat sekali.. terlebih yang sifatnya eksternal, bukan tidak mau.. sejatinya aku sangat menyukai organisasi tersebut, karena aku bisa menjadi diri sendiri, dan disana aku belajar profesional.. tapi pilihan ku saat itu BERAT.. pada dasarnya orang tuaku tidak pernah menanyakan/ meminta waktuku untuk membersamai mereka..
aku sadar anak pertama yang memiliki adik yang masih sekolah, dan prinsipku.. ketika aku mengambil amanah haruslah komitmen, komitmen menurutku, ketika berani memulai harus berani mengakhirinya, tak mau tiba-tiba mundur meninggalkan amanah dengan alasan apapun termasuk alasan yang sifatnya PRIBADI.. karena itu berarti menurutku meninggalkan tanggung jawab, dan akan berujung pada mendzalimi orang lain.. karena sadar/tidak ketika kita mundur, yang tadinya menjadi tanggung jawab kita, pasti akan dilimpahkan pada yang lain.. tak mau jadi beban.. maka dengan berat hati aku memilih mundur dari egoisme pribadi yang sebenarnya menginginkan sekali bergabung di organisasi tersebut.. oke FOKUS pada sisi hidup yang lain..

setelah aku bereskan urusan kampus sampai selesai..
aku sudah kembali pada aktifitas semula ketika sebelum aktif dikampus.. membina adalah kewajiban, maka aku putuskan mencari binaan.. alhamdulillah dapet lagi..
hari-hari yang lain aku habiskan dengan kegiatan  yang mungkin kata orang tidak se-PRODUKTIF ketika dikampus, tapi ini mungkin pembalasan ku ketika dulu waktu ku habis bermanfaat untuk yang lain.. tapi hak orang tua ku jarang sekali, (padahal pulang tiap minggu)  karena pikirannya tidak disitu, 
semakin senang membina, bukan hanya binaan 'mentoring' tapi juga binaan mengajar yang membuat ku bahagia berbagi ilmu.. 

dan setiap malam, aku mengalami kerinduan hebat tentang aktifitas kampu, maka terkadang aku menanyakan dengan bawelnya pada adik2 dan rekan2.. sedikit terbersit ingin membantu mereka lagi.. memandang IBU, dan hati kecil berkata, "kalau kamu yang turun lagi, gimana generasi itu mau berkembang.., sudah lihat lingkaran terdekat mu, ibu adik, butuh kamu bimbing termasuk keponakan2 mu.. memang akan terlihat hebat ketika kamu membantu rekan2.." tapi ketika melihat kedalam keluargamu, masih banyak hal yang tidak tau.."
sampai pada kesimpulanku, kontribusi bukan selalu harus kita yang turun, bisa dengan menstimulasi mereka, memberikan mereka perhatian dsb, oke dengan caraku saja..
dan aku teringat kata-kata sesorang..
islam bukan hanya simbol, tapi nilai..
dimanapun kamu berpijak jangan hany 50%, tapi menjadi agen muslim yang baik ya harus 100%, dan teringat, 
oke aku akan 100% menstimulasi adik2 dan memberi mereka perhatian..
sedangkan aktifitas ku mengabdi pada lingkungan ku saat ini pun akan dilaksanakan 100% in shaa Allah,

Menjadi agen muslim yang baik, juga harus profesional.. ketika berkomitmen ya berani mulai harus mau mengakhiri.. dalam hal apapun, karena seorang profesional akan jauh lebih dihargai ketimbang hanya semau  kita.. tapi semampu kita,  semampu kita artinya kita memampukan diri kita, dan mengartikan bahwa jika Allah mengizinkan, bukan lah alasan-alasan yang kita buat..
maka dari itu pikirkan jangka panjangnya.. bikin plan hidup dengan baik, sehingga tidak  ada lagi keterjebakan dalam amanah.. dan hati-hati ketika kita sudah berniat meninggalkan amanah ditengah-tengah dengan berbagai alasan yang kita buat..

berpikir jauh kedepan, karena diri ini juga bawa identitas yang hakiki yaitu ISLAM.. yang semuanya harus dijaga dengan baik, mulai dari sikap, tutur kata, dan pemikiran..

Tapi semua itu adalah pilihan kita sendiri.. 
Karena dakwah itu luas saudaraku, banyak sekali yang harus kita benahi, dan kita pun harus segera membuat estafet-estafet baru tapi kita pun harus mengejar semua ketertinggalan kita.. semua butuh komitmen, setiap yang mampir dalam hidup kita adalah objek dakwah kita..
cukuplah Allah yang menjadi saksi.

-Mengutip dengan beberapa perubahan-

Jumat, 06 Desember 2013

Mengerti Tentang Mereka..

...kehidupan tak pernah luput dari yang namanya suka dan duka,
terkadang kesukaan membuat kita lupa, kedukaan bisa datang kapan saja.. jadi belajarlah untuk tetap ditengah-tengahnya, 
mensyukuri ketika kesukaan itu walaupun hanya sedikit.. dan bersabarlah atas semua kedukaan, karena yakin kedukaan itu akan berganti dengan kesukaan..



sekelumit kisat tentang seseorang yang sangat dalam mencintai orang-orang sekitarnya.. dia tak pernah menginginkan apapun dari orang lain, yang hanya ingin dia lakukan adalah kebahagiaan untuk orang lain..

suatu saat dirinya diserang kedukaan yang cukup hebat, namun tak ada satupun yang memperhatikannya, orang lain sibuk dengan urusannya masing-masing.. sampai pada satu kesimpulan mungkin dirinya tak berarti, akhirnya dia hanya sibuk dengan dirinya dan keluarganya.. dia sudah tak memikirkan dirinya, dia hanya berbipikir untuk keluarganya.. bahkan untuk menyenangkan dirinya sendiri dia selalu berpikir ulang, adakah yang masih kesulitan jika dirinya mendapatkan apa yang dirinya inginkan?

hatinya terluka, ditandai dengan untaian tangisan pada Rabb-Nya dalam setiap sujudnya..
terluka, karena tak ada satupun yang memperhatikannya.. hingga suatu malam, dalam doanya."...jika memang dengan seperti ini Engkau Ridha pada ku Rabb.." aku ikhlas..
terisak dan terus terisak, sampai sajadahnya mulai dingin..
dia terus bertahan karena Rabb nya dan karena syukur atas nikmat Rabb nya, dia sudah sangat kebal atas ocehan orang tentang yang menimpanya.. rautnya terlihat biasa, ketika seseorang tersebut berbicara tentangnya.. padahal sesampainya di tempat yang tak ada satupun orang dia menangis..
ditengah rintikkan hujan dia menangis.. caranya dia mengeluarkan emosi,
yah..sabar tak pernah mengenal batas, sisi manusiawi manusia harus tetap diperhatikan,jangan sampai kita buta, terutama buta hati, berhati2 berucap, berhati2 berbuat.. karena kita tidak pernah tau perkataan kita yang mana yang mungkin bisa menyakiti..

aah.. Rabb indah ketika kita bisa ikhlas..
kita harus tetap memiliki hati seluas samudera, agar tetap bisa mencari ilmu untuk beramal lalu ikhlas atas semua takdir..
#merenung



Kamis, 31 Oktober 2013

Empat tahun yang Bermakna #Krypton4thAnniversary

keluarga besar kryptonites 09


Suatu kebersamaan tak pernah lepas dari yang namanya suka-duka.. terlebih disini kami semua sedang belajar, bukan hanya belajar tentang akademik khususnya perkimia-an.. tapi sadar atau tidak semua sedang belajar tentang kebermaknaan hidup..

perjalanan awal untuk menjadi keluarga kryptonites09 kala itu lumayan berat, karena tak jarang penuh dengan keringat, air mata dan tak sedikit pula canda tawa yang terkenang saat ini adalah kebahagiaan.. namun kami sepakat tak ingin mengulang massa-massa itu.. :D
sebuah keluarga tak lengkap rasanya bila tak ada seorang pemimpin..
kami pun memiliki pemimpin yang saling melengkapi, yang perempuan begitu mengayomi dan yang laki-laki begitu menghibur..
kordi putra (bapa eta)
kordi putri (mamah anya)

awal terbentuk masih banyak goresan-goresan yang mungkin terjadi karena belum mengenal satu sama lain.. tahun demi tahun dilalui dengan banyak kegiatan mulai dari kepanitian alih tahun, sampai pengkaderan berhasil dilalui..
sepanjang perjalanannya selisih paham sering terjadi, tapi tak membuat mereka menjauh..
empat tahun kini usianya, usia kalau seorang manusia.. sedang belajar menapaki kehidupan sesungguhnya..
empat tahun yang mendewasakan, empat tahun yang begitu bermakna, karena intensitas pertemuan sudah sangat jarang, dan keberadaan pun sudah terpisah oleh jarak.. ada yang merantau ke negeri orang, ada yang ke kota lain, ada yang sudah menggenapkan separuh dien nya dan sebagian lain sedang berjuang dengan kehidupannya masing-masing.. yang berjuang mencari rizki dan yang mnyelesaikan tugas akhirnya serta yang ikut imamnya di luar negeri sana..

semoga dimanapun kalian selalu dalam keberkahan dan kemudahan dari-Nya..

kebersamaan 4 tahun terakhir...

tahun pertama 2009

pertengahan tahun

akhir kebersamaan -kuliah lapangan-
sebagian mereka yang sidang akhir
 

sebagian mereka wisuda





Memori yang indah.. empat tahun yang bermakna, thank's all..
atas kebersamaannya.. atas semua pelajaran kehidupannya.. kalian yang menginspirasi :'(

*foto-foto diambil dari koleksi grup dan pribadi personil kryptonites09

Senin, 28 Oktober 2013

menuju Cinta-Nya

aku ingin berbicara tentang cinta..
yah cinta itu fitrah terlebih aku seorang wanita..
selalu dalam doaku, cintakan aku pada orang yang hanya takut sama Allah.. cinta yang tertuju pada Allah dan Rasul-Nya..

berbicara tentang pernikahan, aku hanya ingin yang sederhana namun bermakna dalam..

aahh.. aku belum bisa berbicara banyak, ilmu pun belum terlalu dalam..
namun mimpiku adalah sebuah pernikahan haruslah bervisi yang jelas terutama untuk umat bukan hanya untuk kepentingan internal keluarganya sendiri..
pernikahan yang bergerak keluar, berarah kebaikan karena yag masuk dan keluarnya itu adalah suatu kebaikan..

tidak tergesa tapi tetap berikhiar dengan baik mencari sebaik-baiknya takdir terbaik..
tidak tergesa-gesa tapi mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang,
mempersiapkan.. ketimbang gagal memepersiapkan yang berarti adalah suatu kegagalan..

memperbaiki diri adalah salah satu cara memperbaiki pasangan..
sesuai yang dikatakan pada ayat an-nuur:26 "...bahwa lelaki yang baik untuk perempuan yang baik, begitupun sebaliknya.."
memperbaiki semua amalan, memperbaiki emosi, memberbaiki kebiasaan, belajar tentang suatu perencanaan, dan belajar mendidik..

karena selain menjadi seorang istri kita akan menjadi seorang yang harus diteladani yaitu madrasah pertama dari seorang anak.. that's right IBU..
belajar ikhlas, belajar tulus.. itu mengapa pernikahan disebut sebagai 1/2 agama, karena banyak sekali pelajaran yang akan didapat, begitupun dengan amalan yang begitu banyak.. dan godaannya pun begitu lebih besar ketimbang kita sendiri.. akan selalu ada fasenya, tapi untuk saat ini masih dalam fase belajar dan memantaskan untuk lebih baik..
Rabb, jaga hati siapapun yang akan menjadi seorang imam bagi, jaga ketaatannya, jaga selalu lisan dan hatinya agar selalu senantiasa menyebut dan menyebut nama-Mu Yaa Allah..

pojok hati

..rasanya ingin pergi jauhhh.. lari cepat, meninggalkan semua ini..
serasa hampa.. merasa tak bermakna, dan tak memiliki arti bagi mereka.. aku sedang tak mau bertemu siapapun.. hatiku sedang sakit teramat dalam..
marah pada diriku sendiri, karena merasa benar-benar tak berguna..
ada apa dengan hati ku.. kujalankan semua rutinitas ini..
aku kecewa dengan hatiku sendiri kenapa kau masih saja menginginkan perhatian dari makhluk-Nya padahal Rabb mu sudah begitu besar memberikan segala nikmatnya..
sedih.. se-sedih-sedihnya..

aku hanya butuh menata hatiku kembali..
hati yang compang-camping.. aku butuh ruang kosong untuk meluapkan semua emosi ku.. aku butuh itu..
aku ingin menangis.. aku ingin berteriak..
kenapa kau hati, begitu banyak pemberontakan..

Jumat, 25 Oktober 2013

aliran dan gelombang

..aliran yang semula tenang.. tiba-tiba beriak karena gelombang itu hadir tanpa di minta, sayang gelombang itu tidak akan pernah kekal ada dalam aliran itu, karena aliran itu sangat dangkal untuk gelombang besar seperti itu.. seandainya, ada muara yang dalam sekitar aliran itu, mungkin aliran itu akan memilih untuk pindah kesana karena dia amat sangat menyukai gelombang, yah gelombang yang akan selalu ada di aliran yang dalam dan indah..
malang nian nasib aliran itu, gelombang besar tak akan lama-lama mampir membersamainya, dia hanya akan selalu di temani arus, tapi itupun musiman karena jika hujan besar barulah arus itu hidup selalu di aliran ini..
aliran itu hanya bisa berandai-andai, padahal itu di benci Rabb nya..

pecahlah suatu ketika aliran itu, tak sanggup membendung gelombang yang tiba-tiba datang, tiba-tiba datang dan segera pergi ke muara yang begitu dalam.. lingkungan aliran itu terganggu, karena efeknya aliran itu mulai mengering..

#tobe continued

Minggu, 13 Oktober 2013

..ikhtiar adalah doa terbaik..

Lika-Liku kehidupan, tidak akan pernah lepas dari yang namanya Ikhtiar dan doa..
ikhtiar adalah usaha kita untuk memenuhi segala apa-apa yang kita harapkan dan kita inginkan, 
dan doa adalah langkah dimana segala sesuatu permohonan kita serahkan semua pada yang Maha Memberi..

semuanya selaras, ikhtiar kurang lengkap jika tak disertai doa, begitupun dengan doa.. karena ikhtiar adalah doa terbaik kita, doa yang nyata..

Semua ini akan aku tempuh Yaa Rabb..

walaupun ada sedikit rasa nelangsa dalam diri ini.. kekhawatiran yang beralasan tapi tak usah dihiraukan..
jika memang bukan rezeki hamba.. hamba mohon berikan yang terbaik, yah yang terbaik..

aaaahh.. ALLAH.. aku takut, aku takut Ya Allah..
padahal Engkaupun janji akan memberi rezeki mu pada semua makhluk MU..
kekhawatiran ku tentang keputusan yang akan diambil, khawatir.. khawatir aku keliru,
Yaa Rabb jangan pernah serahkan semua urusan pada ku walau hanya sekejap mata, aku ingin Engkau selalu menyertaiku.. risiko ini akan ku ambil, hasilnya.. aku serahkan padaMU, yang menggenggam kehidupan ini..
Bismillahirrahmanirrahim...

Senin, 09 September 2013

ada perjumpaan.. niscaya ada perpisahan..

sebuah perjalanan kehidupan akan terus berlangsung, selama setiap personalnya bergerak dinamis..
pada hakikatnya dalam dunia ini berlaku hukum berpasang-pasangan..
ada awal-ada akhir..
hidup-mati..

dan ada pula perjumpaan dan perpisahan..
ntah sudah berapa kali diri kita ini mengalami perjumpaan yang berujung perpisahan..
yang abadi adalah hubungan kita dengan pencipta kita, yaitu Rabb kita Allah Subhanawata'ala..

karena hubungan yang paling privasi saja, misalnya kita dengan semua amalan kita akan terpisah.. ketika kita menemui ajal kita..
hanya 3 yang tidak terputus, Shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat dan doa anak sholeh/hah pada orang tuanya..

Fase ini mungkin hanya sebagian kecil dari sekian perjumpaan yang telah ku lalui..
fase ini kunamakan perkembangan..

yah,karena mulai disinilah pertumbuhan karakter yang telah dibina sejak sekolah menengah, aku kembangkan.. walaupun aku merasa di sisi yang lain pertumbuhan karakter juga baru muncul di ranah kampus ini..

Perjuangan yang tak mudah memasuki gerbang kampus ini, pengorbanan yang teramat mahal untuk perkara duniawi ini.. tetesan air mata sosok malaikat ku (ibu-read) selama 2 tahun menahan pilu, dan menyembunyikan itu dariku, walaupun sebenarnya saya sudah tau tanpa sepengetahuannya.. 
ujian tak luput dari situ, musibah awal kuliah.. yang hampir membuatku menyerah tidak meneruskan belajar dikampus.. kalian hadir memberi semangat dan keyakinan bahwa aku bisa.. hanya meyakini Allah lah sebaik-baik penjaga.. nekat kala itu mengikuti UAS pertama, tanpa persiapan maksimal, dengan duka yang terus menghantui.. alhasil akademik tak sesuai yang kuharapkan.. mencoba meneguhkan dalam hati, (mungkin ini masa-masa yang dimana aku harus banyak sabar) semua jalan aku tempuh, mengajar sambilan, dan jual pulsa pun aku tekuni, modalnya dari murobbi terbaik yang pernah kutemui..
kondisi akademik tidak secemerlang ketika sekolah menengah dulu, karena sulit fokus, dan mungkin ikhtiar dan usahaku belum maksimal sehingga pertolongan Allah belum pantas untuku..
yah, semua itu naik turun betapa pedihnya keseharian dalam setiap perenungan selalu muncul, "bahwa hujan yang deras ini yang selalu diiringi halilintar, suatu saat nanti akan jadi pelangi yang indah dan ada cahaya yang akan menerangi.."

bukan hanya akademik yang kujalani, non akademik berupa amanah-amanah turut menyertaiku, betapapun dulu seringnya aku menangis karena ini, tapi aku menyadari ini lah yang menguatkan ku.. betapapun beratnya semua itu.. namun ini pula yang membuatku bangkit..
namun tak sedikit emosi yang ku tumpahkan pada rekan-rekan ku, karena sifat pemaksa dan otoriter ku, yang pada akhirnya orang mengenalku karena sifat ini.. sedikit demi sedikit ku perbaiki, walaupun yah begitulah sifat yang merupakan hasil pemberontakan ku selama ini.. 
bukan hanya emosi, keluhan dan air mata pun terus menghampiri.. sampai suatu ketika aku kira sudah tak sanggup lagi, tangisan itu keluar begitu keras disamping seorang kakak kelasku di depan kantor dekan..
aku tak berani ceritakan pada siapapun, hanya bisa menangis kala itu..
termasuk dikamar petak yang ku tempati, tangisan itu menjadi ditengah malam saat ku adukan semua itu pada Rabb ku, tanpa sadar teman sebelah terbangun dan menanyakan kenapa? aku hanya menggelengkan kepala..
begitu banyak pernak-pernik dalam hidup dalam dunia kampus.. termasuk tingkat akhir saat dimana tawaran berorganisasi di tingkat universitas hadir.. aku hanya bercerita pada Rabb ku "Yaa Allah aku menyukai tawaran itu, namun apa yang harus kupilih.. keinginanku? atau keperluan keluargaku?.. mohon tunjukkan yang terbaik.." 
saat itu kondisi semakin menghimpit.. dan aku mantap, mengubur keinginanku.. FOKUS selesaikan urusanku dengan cepat, dan berpikir untuk adikku..
kegelisahan lain muncul.. "Rabb jangan biarkan aku lepas dari amanah-amanah yang membuatku terus selalu belajar untuk mendekatkan diriku padaMU.."
Allah menjawab, dipanggil kembali untuk membina dan membenahi ROHIS sekolah.. alhamdulillah.. :)

kondisi tingkat akhir yang begitu hectic dan panik.. bukan mulus-mulus saja, dulu pernah mendengar dari salah seorang senior bahwa.. bukan Tugas Akhir namanya kalau tanpa air mata.. that's it air mata pun kerap menjadi teman akrab..

menjelang seminar-seminar dan sidang, aku sudah tak bisa memohon pertolongan siapapun selain Allah dan doa orang tua, jadi ketika itu.. benar-benar hanya mohon pertolongan Allah.. dan kala itu mengirimkan pesan pada partner ku, yu kita banyak-banyak memudahkan urusan orang lain, untuk mempercepat pertolongan Allah,, dengan tetap kuncinya adalah IKHLAS.. BERUSAHA DAN BERUSAHA..
saat itu sedang kondisi Romadhon berharap keberkahan itu hadir..
dan Allah menjawab :') 
1. Menjelang Seminar Akhir (kolokium read) masalah tiba2 mendarat datang melalui ponsel.. yang benar2 membuat ku buyar.. ketika sampai rumah pun aku hanya bisa menjerit menangis..
peristiwanya hadir sebelum sampai rumah..
kondisi sudah sangat lelah, pusing karena belum sempat berbuka, melamun karena merasa berat sekali..
biasa selalu memilih angkutan umum yang penuh agar cepat jalan.. namun saat itu asal masuk saja, alhasil penumpang hanya aku seorang.. dalam hati "ah, pasti lama.." mang angkot malah sempat bertanya "neng, tos ngabatalan?" jawaban ku.. "muhun, pak engke pami turun.. sambil tersenyum getir.." saya baru sadar angkot itu terus berjalan padahal penumpangnya hanya aku dan bapak-bapak didepan..
ditengah jalan angkot itu berhenti.. aku pikir, oh.. mau nyari penumpang lainnya..
bukan ternyata, bapak itu membeli tiga bungkus kolak pisang.. dan satu ia berikan padaku..
"neng, enggal ngabatalan.. pamali.." sekuat tenaga aku menolak.. namun bapak itu terus membujuk agar aku segera membatalkan shaum ku hari itu.. aku makan sambil air mata menetes,
dan berdoa untuk kebaikan bapak sopir ini..
ketika turun dari angkot ini aku sengaja melebihkan uang untuk beliau karena.. tak tega, kondisi angkotnya sepi.. tapi sayang mang sopir nyadar uangnya adalah kembalian.. 
dan aku yang sempat berlari.. dikejar, dan uang itu dikembalikan... "neng, diterima ya.. mang beramal.."
air mata kembali berlinang..

2. Kemurahan hati ibu dosen, nilai salah satu matkul C, padahal sudah ku hitung jika sempurna A.. IPK sesuai yang aku harapkan.. kekuatan besar adalah melobi ibu, ternyata tugas yang tercantum kosong itu ketemu.. alhasil nilai berubah jadi A.. nazarnya sudah ku tunaikan alhamdulillah..

3.saat kolokium, setiap detik aku hanya berdoa.. " yaa Allah.. jangan hadirkan pertanyaan apa-apa yang tidak ku kuasai..ringankan lisan ku dalam menyampaikan semua ini" and then..
tak ada satu pun yang bertanya, kecuali penguji.. hmdulillah..

4.sidang, menjadi peserta sidang juru kunci, TERAKHIR dan siang pula.. hati sudah sangat was-was, melihat rekan-rekan seperjuangan saat keluar ruangan sidang berbagai macam ekspresi, mulai dari stress, nangis, hingga kusut tak karuan.. saat dzuhur pun tiba, lagi-lagi berdoa.. mohon " yaa Allah.. jangan hadirkan pertanyaan apa-apa yang tidak ku kuasai..ringankan lisan ku dalam menyampaikan semua ini" 
memasuki ruang sidang salah satu dosen berkata "terakhir ya? bonus lah.." dari tiga dosen, dua dosen mengajukan pertanyaan bernada sama "apa yang kamu pelajari semalam?" dalam hati.. "Rabb, dengan bahasa apalagi aku mengungkapkan syukur ini, atas semua kemudahan-kemudahan yang Engkau beri..".. ketika semua kebanyakan orang di sidang hampir 45-60 menit.. dan aku hanya 30 menit..
hasilnya sangat dan sangat memuaskan, sangat sesuai harapan..
lagi-lagi meneteskan air mata di ruang yudisium..

begitu indah rencanaNYA.. Allah hadirkan pertolongan yang begitu aku nanti sejak lama, di waktu yang tepat.. betapa janjiNYA itu benar..

masa-masa perkembangan ini tak luput dari semangat, yah semangat yang juga hadir dari saudara/i ku #nano-nano..
meskipun konflik sering terjadi, salah paham yang ada seolah biasa..ketidak pekaan, emosional, kekanak-kanakan.. selalu mewarnainya..
kepedulian,perhatian pun menemani perjalanku..
mereka, yang Allah takdirkan menjadi saudara/i terbaik ku..
beragam ku mengenal mereka.. 
mulai dari sikapnya, kebiasaannya, serta tingkah laku yang tak biasa pun.. selalu menjadi perhatian untuk lebih baik, saling mengingatkan..

mulai dari mengenal karakteristik pribadinya, mengetahui kabar-kabar keluarganya.. berkunjung kesana,
mengatasi masalah-masalah mereka secara bersama, berstrategi bersama, makan-makan bersama..
perlu berlembar-lembar ku ceritakan tentang mereka.. mereka yang begitu unik.. menyebalkan bukan untuk menjauh, tapi betapa ku menyayangi mereka.. begitupun aku pernah mengalami, ketika sepulang KKN dimana diisolasi, perjumpaan dengan mereka begitu sangat dinanti..
pernah suatu pulang melihat saudara/i ku ini dalam hati berbisik..
"anak-anakku.. (terdengarnya lebay sih..), mungkin efek sering marah2 kali yaa.."

aahhh.. :'(
aku akan sangat merindukan mereka..
mereka yang selalu menjadi alasan ku untuk tetap semangat menjalani lika-liku kehidupan ini,
yah mereka yang tulus, memberikan semua masukan-masukan terbaik untuk ku menjadi makhluk yang lebih baik lagi.. mereka yang tulus mengkrtik agar ku dapat bangkit kembali..

Rabb..
kebersamaan ini mungkin akan ada ujungnya..
hal yang ku mohon, jaga mereka dengan takdir terbaik dariMU, dan pertemukan kami di JannahMU..



Pertemuan kita di suatu hari
Menitikkan ukhuwah yang sejati
Bersyukurku kehadap Illahi
Di atas jalinan yang suci

Namun kini perpisahan yang terjadi
Dugaan yang menimpa diri
Bersabarlah diatas suratan
Kutetap pergi jua

Kan kuutuskan salam ingatanku
Dalam doa kudusku sepanjang waktu
Ya Alloh bantulah hamba-Mu

Mencari hidayah dari pada-Mu
Dalam mendidikan kesabaranku
Ya Alloh tabahkan hati hamba-Mu
Diatas perpisahan ini



Teman betapa pilunya hatiku
Menghadapi perpisahan ini
Pahit manis perjuangan
Telah kita rasa bersama
Semoga Allah meredhoi
Persahabatan dan perpisahan ini
Teruskan perjuangan

Kan kuutuskan salam ingatanku
Dalam doa kudusku sepanjang waktu
Ya Alloh bantulah hamba-Mu

Senyuman yang tersirat di bibirmu
Menjadi ingatan setiap waktu
Tanda kemesraan bersimpul padu
Kenangku di dalam doamu
Semoga... Tuhan berkatimu
(doa perpisahan-brother)



bukan bermaksud pergi lebih cepat, dan enggan menemani perjalanan kalian.. hidup harus tetap berjalan.. berusaha menjalankan semua rencana dan mengikuti semua kehendakNYA..

aku memohon maaf atas semua sikap yang sering menyakiti hati kalian, andai ada luka yang sulit sembuh karenaku, ku mohon  kuburkan semua itu agar hilang, sehingga yang terkenang semoga "Jejak Terbaik" dihati-hati kalian..
semoga Allah takdirkan bertemu bersama dengan kehidupan yang lebih baik..

:'(



Jumat, 03 Mei 2013

keceriaan mereka :)

pertemuan pertama dengan mereka, sudah merasa tertantang, orang-orang yang bisa saya bilang subhanallah.. adik-adik ku dikampus dan sekolah yang selalu menjadi alasan saya tetap semangat,.dan selalu ingin memperluas kapasitas, karena mereka luar biasa..
tiap karakternya unik, setiap orangnya tidak sama tapi justru itulah yang menjadi harmoni tersendiri..

karena disini kami saling mengingatkan dalam kebaikan,maka seperti apapun ikhlas menerimanya, tidak menuntut keidealan yang diinginkan..

mungkin diri ini pun terlalu banyak kesalahan, sehingga mungkin mereka tidak tertarik dengan apa yang ku sampaikan, tapi betapa bahagianya hari demi hari mereka saling memahami, dan selalu berproses lebih baik..

Allah lah yang menjaga kalian semua, tetap berjuang, bekerja, dan berproses untuk lebih baik, karena yang kita harapkan adalah Cinta-Nya..

keceriaan mereka

dimana pun kalian.. semoga kalian kokoh bersatu,
dan bersama siapapun nanti, kalian bisa ikhlas menerimanya..

kuatkan ukhuwah, sampai kalian dapatkan itsar..

Selasa, 16 April 2013

..Tentang Maut :'(

..Badan terasa mengigil,dingin yang begitu hebat tapi seluruh tubuh panas yang kira2 45 derajat mungkin..
saat itu memutuskan untuk pulang ke rumah saja.. perjalanan ng-DAMRI..
DAMRI ber-AC memperburuk keadaan, organ penciuman (hidung-read) sudah seolah tak berfungsi, 2 lubangnya tersumbat, bernafas dengan mulut begitu menyiksa..

seolah tak mampu lagi bertahan, tertidurlah di BUS yang ditumpangi, seolah tak tenang terbangun lah, dan menghubungi adik untuk menjemput ditempat pemberhentian terakhir..

adikku terlambat datang, badan sudah remuk redam.. ketika dia datang, saya hanya bisa meneteskan air mata.. dengan heran dia berkata "kunaon mit?"

                                                                             ****

sampailah dirumah.. sujud minta maaf sama ibu,  takut memang umur tak panjang, ibu langsung melihat lidah..  "Gejala Tipes ini mah".. sok istirahat, gak boleh kemana2, padahal kewajiban hari itu FULL.. tapi karena tak berdaya, alhamdulillah semua orang yang harusnya mendapatkan hak dari apa yang harus aku tunaikan.. bisa me-maklum.. --> bentuk pertolongan Allah juga..

terkapar tidak bisa bergerak.. bedrest selama 2 hari sebenernya ga cukup..tapicukup dikuat-kuatin, soalnya ada keterdesakan.. kuliah.. dan mencari rezeki yg lain, belum lagi hak adik2..

rabu saya bulatkan tekad, ke kampus.. 2 rekan saya ngelarang.. tapi akhirnya luruh, tapi mereka ngasih pesan.. "bawa obatnya ya mit.."

terenyuh atas semua bentuk perhatian mereka..

rabu-kamis jadwal saya mengajar, hujan selalu mengiringi karena malam.. 
pada hari kamis selepas mengajar pukul 20.10, memutuskan untuk pulang ke bandung aja, bergumam dalam hati "kalau ga pulang, nginep lagi.. ibu bagaimana?mengingat sudah di desak untuk pulang., ya sudah ada travel ini kok, masih bisa ke bandung"

hari itu memang suasana sudah ga enak sebenernya..

tapi di tepis begitu saja,sambil istighfar..

masuk ke travel pada awalnya pengen duduk di depan, tapi karena pintu belakang sudah di buka, ya sudah di belakang aja..

mendekati daerah IPDN, jalan mobil travel udah rada ga enak.. pasang headset, mau menenangkan diri, ketika itu tiba2 rekan saya menelpon membicarakan agenda pekan ini (koordinasi) intinya.. setelah itu mati (dalam hati,pulsa dia habis kayanya) posisi duduk ingin berubah, rada kurang nyaman dari yang sebelumnya..

ntah bagaimana awalnya..

Mobil Travel keseret truk..mobil berguncang hebat, kepalaku terbentur kursi depan, benturan yang cukup atau mungkin lebih dahsyat.. indera penciuman (hidung-red) mengeluarkan darah yang sangat banyak, cukup membuat kerudung abu-abuku penuh dengan darah, belum lagi bibir yang luka, dan mengeluarkan darahnya.. hanya yang terlantun "La ilahailallah.. mobil depan hancur, semua penumpang selamat dan sopir pun selamat.. darah terus mengalir.. tiba2 ponsel terang, pesan dari ibu "tos dugi mana mit"
karena tidak mau membuat khawatir, tidak mita respon.. namun mungkin jadi khawatir, bapak saya yg nghubungi, padahal dari jakarta sana.. 2kali tidak mita respon, karena saya sedang meringis kesakitan.. tapi karena tidak tahan, saya angkat..cumabisa menangis.. "pak,mita cilaka, di TOL"

seberondongan sms dari ibu, menanyakan posisi saya..

saya balas singkat.. "jemput ditempat biasa weh.."

saya mengabari rekan sekamar.. (awalnya hanya mengisyaratkan sesuatu saja)..

                                                                       ******

Tibalah dirumah, hanya bisa menangis.. kembali meminta ampun pada ibu,. mengingat seminggu itu full diingatkan tentang maut.. refleksi yaumiyah dan hak-hak orang yang belum saya tunaikan, serta kebiasaan yang kurang bermanfaat..

merenung, mungkin ALLAH masih menyelamatkan karena doa-doa/salam-salam yang dijawab oleh saudara/i ku.. seketika itu aku putuskan ucapkan terima kasih pada mereka..

ikhwatifillah..

malaikat izrail mlihat kita 70 kali sehari..
kita tidak pernah tau kita berakhir pada kondisi seperti apa..
yang jelas, sesuai kebiasaankita..

perkara kecil sebenernya meminta maaf dan memaafkan..tapi akan jadi besar jika kita tunda-tunda, karena kita tidak pernah tau malaikat izrail melakukan perannya pada kita kapan..

perenungan setiap harinya sangat perlu sekali untuk perbaikan esok hari..

bertaubat setiap hari juga sangat perlu.. agar saatnya tiba,kita dalam kondisi memohon ampun pada Rabb kita..

titipku,jikalau aku menghadap Rabb ku lebih dahulu.. aku titip ibuku yah.. aku anak pertama, rentang usiaku dan adikku 6 tahun, dia masih belum bisa tanggung jawab..
aku titip ibuku, anggaplah ibu kalian sendiri..
kuatkan ibuku..

#teruntuksahabatkunanonano..